Sabtu, 10 November 2012

sifat riya'

 SIFAT RIYA’


Riya’ berasal dari bahasa arab yang artinya memperlihatkan atau terkenal dengan
istilah memamerkan. Dari segi syra, imam alhafidz ibnu hajar dalam kitabnya fathul bari
mengatakan bahwa ria adalah ibadah yang dilakukan dengan tujuan atau maksud agar dapat
dilihat orang lain sehingga memuja pelakunya.
Riya adalah memperlihatkan suatu ibadah dan amalan shaleh kepada orang lain bukan karna
allah, tetapi karna suatu yang lain selain allah. Misalnya karena ingin memperoleh
kemasyuran dan keuntungan dunia.sedangkan memperdengarkan ucapan ibadah dan amal
saleh kepada orang lain
Riya’ merupakan sifat tercela karena melakukan amal perbuatan tidak untuk mencari ridho allah melainkan untuk mengharap pujian dari orang lain, ria merupakan kemunafikan dan syirik,
Rasulullah bersabda:
“Sesuatu yang sangat aku takutkan yang akan menimpa kamu ialah syirik kecil. Nabi SAW ditanya tentang apa yang dimaksud dengan syirik kecil maka beliau menjawab yaitu riyaJadi hakikat riya adalah seorang hamba yang taat pada allah swt dengan tujuan ingin mendapatkan kedudukan atau pujian manusia”.
Tanda tanda penyakit hati ini pernah dinyatakan oleh ali bin abi thalib. Kata beliau,:
“Orang  yang riya itu memliki tiga ciri, yaitu malas beramal ketika sendirian dan giat beramal ketikaberada ditengah tengah orang ramai, menambah amaliyahnya ketika dirinya dipuji, dan mengurangi amaliyahnya ketika dirinya dicela.” 

Dilihat dari bentuknya ria ada dua macam yaitu:
1. Riya dalam niat
Riya dalam niat yaitu ketika mengawali pekerjaan, dia mempunyai keinginan untuk
mendapat pujian, sanjungan, penghargaan dari orang lain, bukan karna alloh. Padahal niat itu
sangat menentukan nilai dari suatu pekerjaan.
Jika pekerjaan yang baik dilakukan dengan niat karna allah maka perbuatan itu mempunyai
nilai disisi allah.jika dilakukan karna ingin mendapat sanjungan dan penghargaan dari orang
lain maka perbuatan itu tidak akan memperoleh pahala dari allah hanya sanjungan dan itulah
yag akan dia peroleh. Nabi muhammad SAW bersabda:
Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya´.(HR Muslim)
Riya yang merkaitan dengan hati paling sulit untuk diketahui karna yang mengetahuinya
hanya allah swt semata.
2. Riya dalam perbuatan
Riya dalam perbuatan ini, misalnya ketika megerjakan shalat dan bersedekah. Orang riya
ini dalam mengarjakan shalat biasanya dia memperlihatkan kesungguhan, kerajinan dan
kekhusuannya jika dia berada di tengah tengah orang atau jamaah. Sehingga orang lain
melihat dia berdiri, rukuk, sujud dan sebagainya. Dia shalat dengan tekun tiu mengharapkan
 perhatian, sanjungan, pujian orang lain agar dia dianggap sebagai orang yag taat dan tekun
 beribadah. Orang yang riya dalam shalat akan celaka.
Firman allah swt :
Yang artinya: “(4)maka celakalah orang yang shalat.(5) yaitu orang-orang yang lalai terhadap shalatnya.(6) yang berbuat riya.(7)dan enggan (memberikan) bantuan.”
(QS Al-Maun/107:4-7).
Riya yang berhubungan dengan perbuatan ini masih dapat dilihat sekalipun agak samar-
samar.
Beberapa ciri orang yang mempunyai sifat riya dalam perbuatan yaitu sebagai berikut:
1. Tidak akan melakukan perbuatan baik seperti bersedekah bila tidak dilihat orang
2. Beribadah hanya sekedar ikut-ikutan
3. Terlihat tekun dan bertambah motivasinya dalam beribadah jika mendapat pujian saja,
sebaliknya mudah menyerah jika dicela orang
4. Senantiasa berupaya menampakan segala perbuatan baiknya agar diketahui orang
 banyak.

 Riya bisa terdapat dalam urusan keagamaan dan bisa pula dalam urusan keduniaan.
A.Riya dalam urusan keagamaan , misalnya:
Seseorang melakukan shalat berjamaah dengan maksud bukan ingin memperoleh
keridaan Allah SWT, tetapi agar mendapat penilaian dari masyarakat sebagai muslim
yang taat.
B.Riya dalam urusan keduniaan, misalnya:
Seseorang memperlihatkan kesungguhan dan kedisiplinannya dalam bekerja kepada
atasannya, dengan tidak dilandasi nilai ikhlas karena Allah SWT, karena ia ingin
dinilai baik oleh atasannya, lalu pangkatnya atau gajinya dinaikkan.

Seorang muslim harus membenci sifat riya, karena sesungguhnya allah swt
mengancam orang orang yang bersifat riya dengan siksa yang sangat pedih.
Rasulullah bersabda:
“ Barang siapa yang berbuat riya, maka allah menjelek-jelekannya dan barang siapa
berbuat sunah maka allah memberikan sunah-nya (kepada manusia).”(HR Muslim)

Bahaya riya:
Riya berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain terhadap diri sendiri, bahaya riya itu akan
dirasakan oleh dirinya berupa ketidak puasan, rasa hampa, sakit hati dan penyesalan. Bahaya
riya terhadap orang lain akan diolok olok dan dicaci oleh orang yang dibantu atau
memberinya dengan riya itu.

Sifat riya yang membahayakan terhadap diri sendiri diantaranya adalah:
1. Selalu muncul ketidak puasan terhadap apa yang telah dilakukan.
2. Muncul rasa hampa dan senantiasa gelisa ketika berbuat sesuatu
3. Menyesal melakukan sesuatu ketika orang lain tidak memerhatikannya
4. Jiwa akan terganggu karena keluh kesah yang tiada hentinya
5. Merugikan diri sendiri karena termasuk perbuatan tercela

 Cara menghindari sifat riya:
1.      Banyak mendatangi dan mendengarkan pengajian atau nasihat yang disampaikan oleh para ulama yang membahas berbagai masalah dalam islam (QS. Al Anfal:2)
2.      Bergaul dengan teman yang baik dan saleh , disiplin beribadah dan beramal saleh , sertamembiasakan diri berakhlak terpuji
3.      Memelihara diri dengan beramal saleh secara ikhlas dan secara sembunyi-sembunyi karena untuk mencari rida Allah swt.
Begitulah bahaya dari sifat riya bahkan riya itu dapat dikatakan sebagai syirik khafi yang
artinya syirik ringan karena mengaitkan niat untuk melakukan sesuatu perbuatan pada sesuatu
selain allah swt.

            Jawaban dan pertanyaan
1.      Apakah suka memuji atau dipuji itu berdosa?

2.      Apakah maksud dari “Bila riya’ itu muncul maka segeralah ditepis?

Jawab :

1.      Sebenarnya, itu tergantung apabila seseorang memuji karena ingin memberikan sesuatu hal yang memotivasi atau lainnya. tetapi ada juga apabila kita memuji atau dipuji orang lain, terkadang kita juga akan merasa lebih dari apa yang orang lain miliki, itu akan menimbulkan kesombongan dan sifat Riya’.  sifat riya sendiri merupakan perbuatan dosa.

2.      Maksudnya yakni apabila kita mengerjakan suatu tindakan yang tujuannya hanya untuk menunjukkan pada orang lain saja agar dipuji baik, maka sikap seperti itu harus segera kita hindarkan karena itu adalah bisikan setan.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar